Studi Komparasi Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah Dan Madzhab Maliki Tentang Akad Syirkah

Studi Komparasi Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah Dan Madzhab Maliki Tentang Akad Syirkah

Penulis

  • Fahrurrozi Fahrurrozi

Kata Kunci:

Kata kunci: Syirkah, KHES, Mazhab Maliki, Hukum Ekonomi Syariah

Abstrak

UU No 3 Tahun 2006 tentang peradilan agama (PA) memberikan perubahan signifikan terkait kedudukan dan keberadaan PA di Indonesia. Kewenangan PA adalah 1) perkara hukum keluarga, 2) perkara ekonomi syariah. Menindaklanjuti kewenangan di bidang ekonomi Islam. KHES disahkan melalui Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 2 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Salah satu tema dalam KHES dan yang cukup banyak digunakan oleh masyarakat adalah Akad Syirkah. Ketentuan Syirkah dalam KHES tertuang dalam Buku II Bab VI tentang Syirkah dan Syirkah Milik. KHES memperbolehkan segala bentuk akad syirkah yang meliputi syirkah inan, syirkah abdan, syirkah mufawadhah, syirkah wujuh dan syirkah mudharabah. Mazhab Maliki membolehkan shirkah inan, shirkah abdan, dan shirkah mufawadhah tetapi tidak membolehkan syirkah wujuh. Syirkah sah karena hanya berkaitan dengan nilai harta dan pekerjaan. Sementara itu, tidak ada dua unsur utama dalam syirkah w Tujuh. Mazhab Maliki juga tidak memasukkan syirkah mudarabbah sebagai bentuk syirkah. Karena Mazhab Maliki mendukung Mudharabah sebagai akad tersendiri, dalam bentuk kerjasama lainnya.

Unduhan

Diterbitkan

2024-11-30